Maria Elisa Hospita
03 April 2020•Update: 05 April 2020
Sierra Juarez
QUERETARO, Meksiko
Peru dan Panama mengumumkan bahwa pria dan wanita hanya akan diizinkan meninggalkan rumah mereka pada hari-hari tertentu sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus korona.
"Karena sebagian besar orang meninggalkan rumah mereka meskipun ada aturan karantina wilayah, maka pemerintah mengambil tindakan lebih tegas untuk melindungi masyarakat," kata pemerintah Panama dalam siaran pers.
Di Peru, perempuan dapat meninggalkan rumah mereka pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, sementara pria pada Senin, Rabu dan Jumat. Tidak ada yang bisa meninggalkan rumah mereka pada Minggu.
Panama juga memberlakukan kebijakan yang sama. Namun, ada beberapa pengecualian bagi pekerja "penting" yang diizinkan meninggalkan rumah mereka di luar hari-hari yang disetujui.
Keputusan itu telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan LGBTQ.
Presiden Peru Martin Vizcarra menyatakan keprihatinannya pada Kamis dan dia menekankan keputusan ini tidak akan melanggar hak asasi manusia.
"Angkatan bersenjata dan polisi akan memiliki instruksi yang jelas sehingga ini sama sekali bukan dalih untuk aksi homofobik," tegas Vizcarra.
Karantina wilayah dimulai pada Jumat di Peru dan akan berlanjut hingga 12 April.
Sementara di Panama dimulai pada Kamis hingga batas waktu yang tak ditentukan.
Sejauh ini, Peru mencatat 1.414 kasus dengan 55 kematian, sementara Panama melaporkan 1.475 kasus dan 37 kematian.