Astudestra Ajengrastrı
10 Juli 2018•Update: 11 Juli 2018
Arnaud Dubus
MAE SAI, Thailand
Tim penyelamat di utara Thailand pada Senin berhasil membawa keluar empat anak lagi dari dalam gua yang dikepung banjir sejak bulan lalu, meninggalkan empat anak dan pelatih mereka di kedalaman gua.
Dalam operasi penyelamatan yang berlangsung selama tujuh jam tersebut, penyelamat dari Thailand dan luar negeri membawa anak-anak tersebut keluar pada operasi penyelamatan besar-besaran tahap kedua untuk membawa pulang anak-anak dan pelatih sepak bola yang tersisa.
Sebelumnya pada Minggu, empat orang anak dievakuasi dari Gua Tham Luang, di mana mereka terperangkap sejak 23 Juni, dan diawasi dengan ketat oleh para dokter di rumah sakit daerah tersebut.
Para penyelamat menyatakan empat anak lagi telah diselamatkan pada Senin. Beberapa mobil ambulans terlihat berjalan menuju helikopter militer tak jauh dari pusat media, di mana ratusan jurnalis lokal dan internasional berkumpul di jarak sekitar satu kilometer dari pintu masuk gua.
Otoritas sejauh ini belum mengumumkan nama-nama anak yang diselamatkan tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, Narongsak Osothanakorn, Gubernur Provinsi Chiang Rai, lokasi gua tersebut, memberikan pernyataan bernada positif.
"Ketika semua diperhitungkan, termasuk ramalan cuaca tetang kemungkinan turunnya hujan, ketingian air, dan kesehatan fisik semua orang yang terlibat, operasi ini berjalan lebih cepat empat sampai lima jam dari rencana," ujarnya kepada para wartawan.
"Kami mengharapkan mendengar berita baik beberapa jam ke depan."
Tim yang terdiri dari 13 penyelam ulung dunia dan angkatan laut Thailand menghabiskan 11 jam di gua tersebut pada Minggu untuk menyelamatkan empat anak pertama. Normalnya, mereka harus beristirahat selama 20 jam sebelum melakukan penyelaman kedua untuk menghindari kecelakaan. Pada Jumat pagi, penyelam Thailand dan mantan anggota angkatan laut yang berusia 38 tahun meninggal dunia setelah tak sadarkan diri ketika menyelam ke gua untuk membantu proses penyelamatan.
Empat anak yang tersisa dan pelatih mereka, 25 tahun, urung diselamatkan pada Senin malam karena para penyelam tak bisa membawa lebih dari lima orang dalam satu waktu.
Menurut para penyelamat, anggota-anggota terlemah dari kelompok yang terperangkap ini, termasuk pelatih Ekapol Chanthawong, akan diselamatkan pada operasi tahap selanjutnya, setelah mereka menguatkan diri dengan makanan tinggi energi dan persiapan lainnya untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Ke-12 anak dan pelatih mereka, anggota tim sepak bola lokal bernama Wild Boars, pergi bertamasya ke gua tersebut setelah latihan bola pada 23 Juni.
Hujan deras lalu memaksa mereka masuk lebih dalam ke gua sepanjang 10 kilometer tersebut untuk menghindari air yang terus naik. Mereka menghabiskan 10 hari di kedalaman dua kilometer dari pintu masuk gua sebelum ditemukan oleh tim penyelam asal Inggris.