Muhammad Abdullah Azzam
25 September 2020•Update: 25 September 2020
Baris Gundogan
ANKARA
Turki pada Kamis mendesak semua institusi, terutama Uni Eropa (UE), untuk menghormati pendirian Turki di Mediterania Timur, serta hak dan kepentingan warga Siprus Turki.
Sebuah pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional negara itu mengatakan sikap dan tindakan Ankara di Mediterania Timur adalah bagian dari pendiriannya terhadap "kebenaran, keadilan dan kesetaraan" dalam setiap perselisihan regional dan global.
Dewan tersebut mengadakan pertemuan yang diketuai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di kompleks kepresidenan dan berlangsung selama lebih dari empat jam.
"Kami mendesak semua institusi, terutama Uni Eropa dan negara-negara yang terlibat dalam perselisihan untuk menghormati pendirian dan hak prinsip negara kami [Turki] dan kepentingan Republik Turki Siprus Utara [di Mediterania Timur]," ungkap pernyataan itu.
Turki juga menekankan tidak akan mengkompromikan hak dan kepentingannya di darat, laut, atau di udara.
"Turki selalu mendukung dialog di setiap platform untuk berbagi sumber daya alam secara adil di kawasan itu," lanjut pernyataan itu.
Ketegangan baru-baru ini meningkat dalam perselisihan tentang eksplorasi energi di Mediterania Timur.
Yunani, atas dukungan Prancis, telah memperdebatkan eksplorasi energi Turki, mencoba mengurung wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.
Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania, telah mengirim kapal bor dengan pengawalan militer untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya. Turki dan Republik Turki Siprus Utara memiliki hak di wilayah tersebut.
Untuk mengurangi ketegangan, Turki menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil atas sumber daya di kawasan tersebut.