Muhammad Abdullah Azzam
27 Oktober 2018•Update: 28 Oktober 2018
Selen Temizer
ISTANBUL
Turki pada Sabtu ini menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin dari Rusia, Jerman, Prancis dan Turki yang beragendakan isu-isu Suriah, di antaranya membahas penegakan gencatan senjata di Idlib dan upaya mencari solusi untuk krisis politik di Suriah.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi yang diadakan di Istanbul itu, akan dibahas pula perkembangan-perkembangan di lapangan, situasi di Idlib setelah pertemuan Sochi, serta proses penyelesaian politik berdasarkan konsesus platform Astana dan Jenewa.
Pertemuan yang dilakukan hari ini bertujuan untuk menyelaraskan upaya bersama keempat negara untuk menemukan solusi permanen bagi krisis Suriah.
Pada akhir pertemuan, keempat negara tersebut akan membuat pernyataan bersama.
KTT ini untuk pertama kalinya akan menyatukan platform Astana dan perwakilan-perwakilan "kelompok kecil" yang dibentuk oleh Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura di Jenewa.
De Mistura sebelumnya telah membahas pembentukan komite konstitusional dengan para perwakilan dari kedua platform di Jenewa.
Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta de Mistura akan menghadiri KTT tersebut.
Presiden Erdogan mengumumkan pelaksanaan KTT ini pertama pada 29 Juli, saat Idlib, yang terletak di utara Suriah, menghadapi potensi bencana kemanusiaan.
Turki setelah itu melakukan diplomasi untuk mencegah pembantaian warga sipil di Idlib yang menjadi rumah hampir 4 juta orang, serta berada di ambang krisis kemanusiaan dan gelombang imigrasi baru.