Faruk Zorlu
20 April 2022•Update: 21 April 2022
ANKARA
Turki pada Selasa mengutuk ledakan bom mematikan di sekolah putra di ibu kota Afghanistan, Kabul, dengan menyebutnya sebagai "serangan teroris yang tidak manusiawi."
"Kami mengutuk serangan teroris yang tidak manusiawi ini dalam istilah yang sekuat mungkin," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
Kementerian juga menyatakan kesedihan yang mendalam atas korban dari ledakan tersebut.
Selain itu, Kementerian berharap rahmat Allah bagi mereka yang kehilangan nyawa dan pemulihan yang cepat bagi yang terluka.
Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta kepada orang-orang Afghanistan yang bersaudara.
Sedikitnya enam orang tewas dan 11 lainnya luka-luka setelah dua ledakan menghantam sebuah sekolah putra di wilayah etnis Hazara Syiah di Kabul pada Selasa, menurut seorang pejabat pemerintah sementara yang dipimpin Taliban.
Ledakan itu menargetkan SMA Abdul Rahim Shahid, yang terletak di distrik 18 kota itu, kata Khalid Zadran, juru bicara polisi Kabul.
Ledakan terjadi saat para siswa keluar dari kelas pagi.
Ledakan lain terjadi di dekat Pusat Pendidikan Mumtaz beberapa kilometer jauhnya.
Namun belum ada laporan lebih rinci.