Nicky Aulia Widadio
29 Desember 2018•Update: 30 Desember 2018
Serife Cetin
BRUSSELS
Uni Eropa memberlakukan aturan baru untuk memperkuat Sistem Informasi Schengen (SIS) pada Jumat.
Sistem ini banyak digunakan untuk berbagi informasi keamanan dan manajemen perbatasan di Eropa.
Komisi Eropa mengatakan peningkatan basis data akan membantu penjaga perbatasan lebih ketat memantau setiap orang yang melintasi perbatasan Uni Eropa.
Selain itu, penguatan basis data ini juga “mendukung polisi dan penegak hukum menangkap penjahat dan teroris berbahaya; serta menawarkan perlindungan yang lebih besar untuk anak hilang dan orang dewasa yang rentan, sesuai dengan aturan baru perlindungan data”.
Sistem ini dapat memberi peringatan terkait anak-anak yang beresiko diculik dan orang-orang rentan yang tidak diberi hak untuk bepergian demi keamanan mereka sendiri -seperti pernikahan paksa atau dugaan perdagangan manusia.
Sistem juga akan siaga dan mempercepat pengembalian penduduk ilegal di wilayah Schengen ke negara yang diisyaratkan.
Namun, perlu memasukkan informasi terkait orang-orang yang dilarang memasuki wilayah Schengen.
Sistem Informasi Schengen (SIS) merupakan "sistem informasi berskala besar dan tersentralisasi”.
Sistem ini mendukung pemeriksaan di perbatasan eksternal Schengen dan meningkatkan penegakan hukum serta kerja sama peradilan di 30 negara di seluruh Eropa.
SIS saat ini memuat sekitar 79 juta catatan data dan telah diakses 5 miliar kali pada 2017.