Muhammad Latief
26 Oktober 2017•Update: 27 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Wilayah kerja minyak dan gas (WK migas) yang direkomendasikan Badan Geologi tahun ini didominasi wilayah Indonesia Timur dan perbatasan, demikian disebutkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, mengatakan Badan Geologi merekomendasikan sembilan WK migas di bagian timur Indonesia dan sebagian besar berada di daerah frontier (perbatasan).
Untuk wilayah Sulawesi adalah WK Tomini Bay V, WK Balantak, West Morowali, Tomori dan WK Enrekang. Kemudian untuk Papua WK Akimeugah dan WK Memberamo.
Untuk Kalimantan bagian utara, direkomendasikan WK South Bengara dan WK Sebatik yang berada di daerah onshore.
Daerah tersebut, kata Dadan masih memiliki cekungan-cekungan sedimen yang berstatus kekurangan data, namun sudah ada temuan rembesan migas yang menunjukkan adanya potensi pada daerah tersebut.
“Penambahan data dan analisa ini dapat diteruskan dengan penemuan cadangan baru,” ujar Dadan.
Selain itu, Badan geologi juga memetakan potensi energi nonmigas dengan merekomendasikan 52 wilayah, 16 di antaranya merupakan wilayah prospek panas bumi. Kemudian sebanyak 13 wilayah prospek batubara dan 23 wilayah prospek mineral.
“Tahun ini, eksplorasi mineral, batu bara dan panas bumi, dari target 52 wilayah, 34 wilayah atau 65 persen sudah digarap," katanya.