Muhammad Nazarudin Latief
10 Januari 2018•Update: 11 Januari 2018
Muhammad Nazarudin Latief
JAKARTA
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan meningkat hingga 3,1 persen pada 2018.
Pertumbuhan ini didorong dengan adanya siklus pemulihan ekonomi global, mulai dari investasi, industri manufaktur, dan perdagangan global seiring menguatnya harga komoditas.
Dalam laporan berjudul “Global Economic Prospects, Broad-Based Upturn, but for How Long?” yang dirilis Rabu, Bank Dunia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut bisa jadi adalah kemajuan jangka pendek.
"Pemulihan berbasis luas dalam pertumbuhan global sangat menggembirakan. Tapi ini bukan saatnya untuk berpuas diri," ujar Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam siaran persnya.
Ekonomi global, menurut laporan ini, masih menghadapi ancaman perlambatan, terutama dalam upaya memperbaiki standar hidup dan mengurangi kemiskinan.
Pertumbuhan ekonomi di negara maju, masih menurut laporan ini, diperkirakan akan turun tipis menjadi 2,2 persen pada 2018. Hal ini terjadi karena bank-bank sentral secara bertahap menghapus akomodasi setelah krisis dan sebagai kenaikan tingkat investasi.
Pertumbuhan di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang diproyeksikan akan menguat menjadi 4,5 persen pada 2018, karena aktivitas ekspor komoditas terus pulih.
Menurut Jim Yong Kim, sekarang adalah kesempatan bagus untuk berinvestasi pada sumber daya manusia dan pembangunan fisik.
Jika pemerintah di seluruh dunia fokus pada investasi utama ini, sebut Kim, mereka dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan angka partisipasi angkatan kerja.
“Pada akhirnya bisa mengakhiri kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kemakmuran bersama," ujar dia.