Muhammad Nazarudin Latief
31 Oktober 2017•Update: 31 Oktober 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pengusaha industri menengah dan kecil (IKM) yang berminat mengikuti lelang Gula Rafinasi Kristal (GRK) hingga kini baru mencapai 310 peserta dari 18 provinsi, ujar Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi, Selasa.
Lelang itu memperebutkan proyek senilai Rp24 triliun dengan jumlah 2,5 juta ton gula.
“Permintaan lebih banyak IKM dan koperasinya. Masih ada 18 provinsi yang kita lakukan sosialisasi,” ujarnya di Jakarta.
Perusahaan yang akan ikut lelang, sebagian besar dari sektor industri makanan dan minuman. Tujuan lelang, menurut Bachrul, adalah menjamin pasokan gula bagi para pelaku usaha berskala mikro dan kecil.
Pelaksanaan lelang gula rafinasi dijadwalkan akan mulai dilaksanakan 8 Januari 2018 mendatang. Mulanya lelang dijadwalkan 1 Oktober 2017, namun setelah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menko Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat, lelang diundur.
Berdasarkan hasil lelang tender, Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) ditetapkan sebagai penyelenggara lelang gula rafinasi. GKR adalah gula yang diproses dari gula kristal mentah (raw sugar) dan diperuntukkan bagi industri serta diperdagangkan melalui mekanisme lelang komoditas.
Gula rafinasi ini tidak boleh disalurkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), sebagai perantara, karena harus dibeli oleh para produsen. Perantara diperbolehkan jika berbentuk badan hukum koperasi yang melayani kepentingan anggotanya.
Bachrul juga akan akan mengevaluasi penyelenggaran lelang gula, setelah lima tahun. Dalam rekomendasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), lelang tidak boleh diselenggarakan oleh penyelenggara yang sama dalam waktu lima tahun berturut-turut.