Muhammad Nazarudin Latief
25 Mei 2021•Update: 25 Mei 2021
JAKARTA
Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen, Selasa.
“Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, serta upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempercepat upaya pemulihan ekonomi,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa.
Dengan demikian, Bank Indonesia (BI) tahun ini sudah tiga kali mempertahankan suku bunga pada level 3,5 persen.
BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.
BI juga menurunkan batas maksimum suku bunga kartu kredit dari 2 persen menjadi 1,75 persen per bulan, untuk mendukung transmisi kebijakan suku bunga dan efisiensi transaksi nontunai.
Menurut BI perekonomian global akan terus melanjutkan perbaikan meski masih di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum mereda.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan China pada kuartal pertama tahun ini juga tercatat lebih kuat didorong oleh stimulus fiskal, konsumsi serta investasi.
“Namun ekonomi India diprakirakan tumbuh lebih lemah dari estimasi sebelumnya, sejalan kenaikan kasus Covid-19,” ujar dia.
Indikator lain seperti Purchasing Managers' Index (PMI), keyakinan konsumen, dan penjualan ritel di beberapa negara juga meningkat.
Volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga meningkat sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sementara itu ekonomi domestik juga akan membaik menurut BI.
Perbaikan ini mulai terlihat pada kuartal pertama yang mencatat kontraksi lebih rendah dibanding kuartal keempat tahun lalu, dari 2,19 persen menjadi 0,74 persen.
“Kinerja ekspor meningkat karena kenaikan permintaan China dan AS,” ujar dia.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini tetap sesuai dengan proyeksi April, yakni pada kisaran 4,1 persen hingga 5,1 persen.