Muhammad Nazarudin Latief
25 Mei 2021•Update: 25 Mei 2021
JAKARTA
Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa pada level Rp14.329 per dolar Amerika Serikat, dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 3,5 persen.
“Satu hal yang menjadi pertimbangan BI adalah stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Ibrahim Assuaibi, analis pasar yang juga Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka.
Menurut dia hal lain yang memperkuat perdagangan rupiah adalah komitmen pemerintah untuk menutup defisit APBN yang mencapai Rp138,1 triliun hingga April lalu.
Rencana kebijakan tax amnesty jilid kedua dan menaikkan tarif pajak penghasilan (PPh) orang pribadi (OP) hingga 35 persen sudah sesuai dengan rencana reformasi perpajakan pemerintah.
“Rencana ini bertujuan menciptakan sistem perpajakan yang lebih sehat dan adil,” ujar dia.
Sementara dari luar negeri, pelemahan dolar dipengaruhi kemampuan pejabat-pejabat Federal Reserve AS meredakan kekhawatiran investor tentang inflasi yang tak terkendali.
Mereka mengatakan bahwa setiap inflasi bersifat sementara.
Demikian juga tren kenaikan harga komoditas, hanya bersifat sementara karena kesulitan pasokan akibat Covid-19.
Pada perdagangan Kamis mendatang, rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat pada rentang Rp14.300 hingga Rp14.360 per dolar.