Muhammad Latief
02 Oktober 2017•Update: 02 Oktober 2017
Muhammad Latief
DEPOK
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini
Soemarno mengatakan pada Senin, proyek pembangunan apartemen dan rumah susun
berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di semua stasiun KRL harganya
harus menyesuaikan kemampuan membayar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Harga rusun TOD di Pondok Cina, misalnya,
hanya dipatok Rp7 juta per meter persegi (m2), lebih rendah dari harga rusun di
pasaran yang bisa mencapai Rp8,5 m2. Jika melihat minimal luas bangunan yang
tersedia sebesar 32 m2, maka harga termurah yang ditawarkan rusun ini adalah
sekitar Rp224 juta saja.
Menteri Rini juga berkata, proyek TOD milik holding BUMN ini harus mengalokasikan minimal 30 persen dari total unit yang dibangun untuk MBR.
“Untuk mengejar [perumahan MBR] di lokasi premium,” ujar dia seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun TOD di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat.
Menteri Rini meminta, proyek di Pondok Cina ini selesai pada akhir 2018. Di lokasi ini akan dibangun empat tower setinggi 49 lantai dengan total 3.440 unit.
Pada tahap pertama, akan dibangun dua tower dengan masa pengerjaan maksimal 20 bulan; 6 bulan kemudian disusul pembangunan tahap kedua untuk dua tower lagi.
“Paling lambat Februari 2019 harus sudah selesai,” kata Menteri Rini.
Pemerintah menargetkan bisa membangun 13
rusun atau apartemen TOD di seluruh Jabodetabek. Dua TOD sudah mulai
pembangunan yakni di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina, Depok.
”Tahun ini ada sembilan lagi,” sebut dia.
Direktur Utama Perusahaan Umum Perumahan
Nasional (Perum Perumnas) Bambang Triwibowo mengatakan, TOD Pondok Cina
memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio hingga
hunian dengan tiga kamar tidur. Untuk rusunami, tipe hunian paling
minimal adalah dengan luas 32 m2.
“Investasi di Pondok Cina ini total Rp 1,45 triliun,” kata Bambang.
Bambang juga mengatakan, minat masyarakat
untuk memiliki hunian TOD ini sangat tinggi. TOD di Stasiun Tanjung Barat yang
sudah dibangun beberapa waktu lalu sudah diminati lebih dari 2.500 orang,
padahal hanya menyediakan 1.232 unit saja.