İqbal Musyaffa
03 Oktober 2018•Update: 04 Oktober 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya bersama dengan Bank Indonesia (BI) akan terus memperbaiki kebijakan untuk memberikan insentif bagi eksportir yang mengkonversi devisa hasil ekspor (DHE) mereka dari dolar AS menjadi rupiah.
“Dari sisi perpajakan, kita sudah mendapatkan feedback dan kita akan memperbaiki supaya DHE ini tinggal di Indonesia,” ujar Menteri Sri.
Pemerintah menurut dia, sedang mengkaji agar eksportir yang mengkonversi DHE ke dalam rupiah dan menempatkannya di dalam negeri, akan mendapatkan insentif dalam bentuk pengurangan PPH dari bunga yang diperolenya.
“Itu bisa sekarang dibuat lebih fleksibel. Kita sedang finalkan, dan akan kita umumkan,” ungkap Menteri Sri.
Dengan begitu, dia berharap masyarakat dapat semakin percaya bahwa pemerintah dan BI akan terus menjaga stabilitas ekonomi di tengah guncangan global. “Ini harus kita kelola secara fleksibel dan juga perlu terus kita perbaiki,” imbuh dia.
Mantan Managing Director Bank Dunia ini juga mengatakan upaya untuk menjaga kepercayaan terhadap seluruh pengelolaan kebijakan fiskal, moneter, dan kebijakan sektor perbankan perlu dilakukan bersama-sama sehingga guncangan yang terjadi akibat gejolak ekonomi global bisa diserap dengan baik.
“Penyesuaian dan fleksibilitas adalah inti dari keseluruhan cara kita mengelola ekonomi menghadapi dinamika yang meningkat,” tambah Menteri Sri.
Goncangan ekonomi global menurut dia, masih berasal dari gejolak harga minyak dan kebijakan fiskal dan moneter serta perdagangan dari Amerika Serikat. Dinamika ekonomi baik regional maupun global ujar Menteri Sri, akan terus terjadi.
“Kita menjaga ekonomi secara bersama-sama yaitu dengan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen dan inflasi dijaga sekitar 3 persen serta pengelolaan APBN yang kredibel,” urai dia.
Oleh karena itu, dia berharap eksportir dapat melakukan konversi seluruh DHE mereka di dalam negeri serta memenuhi kebutuhan transaksi di dalam negeri dalam bentuk rupiah.
“Langkah ini akan sangat membantu keseimbangan pasokan dan demand terhadap dolar,” jelas Menteri Sri.