Erric Permana dan Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengajukan nama Perry Warjiyo sebagai calon Gubernur Bank Indonesia menggantikan Agus Martowardojo yang akan pensiun pada Maret mendatang.
Perry Warjiyo merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang telah menjabat sejak 2013.
Jokowi, penggilan presiden, mengatakan telah mengirimkan nama Perry ke DPR sebagai calon tunggal.
"Sudah kita kirimkan ke DPR coba tanyakan ke DPR hanya satu nama, Pak Perry Warjiyo," ujar Joko Widodo di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa.
Presiden Jokowi menilai Perry memiliki prestasi dan pengalaman di Bank Indonesia.
"Semua dilihat, prestasi, penguasaan lapangannya. Saya kira beliau adalah Deputi paling senior, sudah mengerti lah mengenai moneter, inflasi, kebijakan di Bank Indonesia," tambah dia.
Jokowi menyatakan kompetensi Perry tidak diragukan lagi untuk memimpin Bank Indonesia.
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai sosok yang berpengalaman.
“Beliau sudah menjadi Deputi Gubernur dan pernah jadi Executive Director di IMF. Artinya pengalaman beliau banyak sekali,” ungkap Menteri Sri di Jakarta, Selasa.
Dengan pengalaman yang dimiliki dapat menjadi modal yang dibutuhkan Perry Warjiyo ketika menjadi Gubernur BI nanti.
Menteri Sri juga mengatakan, Gubernur BI harus bisa menjaga hubungan dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS dalam menghadapi situasi ekonomi Indonesia yang terus berubah karena pertumbuhan ataupun karena faktor lingkungan global dan regional yang dinamis.
“Sebagai Deputi Gubernur, beliau sudah menghadapi situasi yang dinamis. Maka, hubungan BI dengan instansi keuangan lainnya harus makin erat dan baik,” tambah Menteri Sri.
Perry Warjiyo sudah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak 15 April 2013 silam dan telah menjalani karir di bank sentral sejak tahun 1984.
Sebelumnya, Perry pernah menjadi Asisten Gubernur untuk perumusah kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter di Bank Indonesia.
Perry juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF selama dua tahun mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South East Asia Voting Group.
Calon tunggal Gubernur BI tersebut merupakan pemegang gelar Master dan PhD bidang moneter dan keuangan internasional dari Iowa State University Amerika Serikat (AS) pada tahun 1989 dan 1991.
Sementara untuk gelar S1 diperolehnya dari Universitas Gadjah Mada pada 1982 sebagai Sarjana Ekonomi.
news_share_descriptionsubscription_contact


