Muhammad Nazarudin Latief
16 Mei 2018•Update: 16 Mei 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Konsumsi harian Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Ramadan dan Idul Fitri 2018 diperkirakan naik rata-rata 15 persen atau dari rata-rata harian normal gasolin 90 ribu kiloliter menjadi 104 ribu kiloliter per hari.
Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan kenaikan permintaan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik yaitu tanggal 9 dan 13 Juni 2018
“Rata-rata kenaikan pada saat itu diperkirakan 32 persen dan 29 persen dari konsumsi normal. Sedangkan arus balik pada 19 Juni 2018 yang diperkirakan mencapai 28 persen,” ujar Adiatma saat konferensi pers tentang Satgas Ramadan di Jakarta, Rabu.
Kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis pertalite dari 46 ribu kiloliter menjadi 55 ribu kiloliter (20 persen), disusul Pertamax dari 15 ribu kiloliter menjadi 18 ribu kiloliter (15 persen), Premium dari 24 ribu kiloliter menjadi 26 ribu kiloliter (7 persen), Pertamax Turbo dari 787 kiloliter menjadi 820 kiloliter (5 persen).
Avtur diperkirakan meningkat dari 15 ribu kiloliter menjadi 16 ribu kiloliter (5 persen), sementara kebutuhan solar diperkirakan turun dari 35 ribu kiloliter rata-rata harian menjadi 30 ribu kiloliter.
Jumlah pemudik diperkirakan naik hingga 11-13 persen dari tahun lalu. Menurut Adiatma, jumlah pemudik yang menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta naik dibanding tahun 2017 yang mencapai 6,8 juta. Sementara jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta.
Stok pangan cukup
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Badan Urusan Logitik (Bulog), Karyawan Gunarso, memastikan beras untuk pangan dalam negeri cukup untuk persediaan selama Ramadan.
Saat ini, sebut dia, Bulog memiliki kurang lebih 1,2 juta ton beras di gudang untuk sewaktu-waktu didistribusikan ke masyarakat.
Rinciannya, sebanyak 1,05 juta ton atau 90 persen dari jumlah tersebut merupakan cadangan beras pemerintah (CBP). Sisanya sejumlah 0,15 juta ton adalah beras komersial.
"Jadi ini lebih dari cukup kalau untuk Lebaran saja. Bahkan hingga akhir 2018," ujar Gunarso saat dihubungi Anadolu Agency, Rabu.
Stok itu sebenarnya belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu antara 1-1,5 juta ton. Namun, lanjut Gunarso, target bisa dicapai karena angka terus bergerak melalui kegiatan penyerapan beras petani dan penyaluran beras ke masyarakat.
Bulog menargetkan serapan beras petani 15 ribu ton per hari dengan target serapan hingga akhir tahun 2018 sebesar 2,7 juta ton. Sementara untuk mengamankan kebutuhan Ramadan hingga Juni, Bulog harus menyerap 2,2 juta ton.