Iqbal Musyaffa
24 April 2020•Update: 24 April 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu keempat April, inflasi diperkirakan sebesar 0,18 persen secara bulanan dan 2,78 persen secara tahunan.
Perkiraan inflasi ini bahkan lebih rendah dari perkiraan inflasi pada minggu ketiga April yang sebesar 0,22 persen secara bulanan dan 2,82 persen secara tahunan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan pantauan inflasi pada minggu keempat April yang lebih rendah dibandingkan dengan minggu sebelumnya, terutama akibat masih turunnya harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, dan mulai turunnya harga jeruk.
“Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya yaitu bawang merah dan air minum kemasan,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Jumat.
Dia merinci penyumbang inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas bawang merah (0,12 persen), emas perhiasan (0,09 persen), jeruk (0,05 persen), gula pasir (0,02%), air minum kemasan (0,02 persen), tempe, tahu mentah, beras, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen secara bulanan.
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu cabai merah (-0,11 persen), daging ayam ras (-0,08 persen), telur ayam ras, bawang putih, dan angkutan udara masing-masing sebesar -0,01 persen secara bulanan.
Perkiraan inflasi April yang rendah ini mendukung perkiraan Bank Indonesia yang mengatakan inflasi pada bulan Ramadan tahun ini yang jatuh pada April dan Mei akan lebih rendah dari rata-rata inflasi pada tahun-tahun sebelumnya.