Hayati Nupus
10 Oktober 2017•Update: 11 Oktober 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah kucurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp700 miliar kepada perusahaan alutsista dalam negeri PT Pindad.
Sebanyak Rp400 miliar di antaranya untuk perluasan pabrik Munisi Kaliber Kecil (MKK) yang mulai dibangun di Turen, Malang, Jawa Timur pada Senin.
“Perluasan pabrik MKK ini demi meningkatkan kapasitas produksi amunisi untuk kebutuhan dalam negeri,” kata Direktur PT Pindad Abraham Mose, dalam siaran pers yang dikirim ke Anadolu Agency, Senin malam.
Dengan lini produksi baru ini, kata Abraham, Pindad menargetkan jumlah produksi menjadi 275 juta butir amunisi per tahun pada 2019.
Saat ini Pindad baru mampu memproduksi 165 juta peluru pertahun.
Selain itu Pindad juga tengah menginisiasi kerja sama dengan perusahaan pertahanan berskala global.
Sejauh ini, kata Abraham, telah ada dua perusahaan yang tengah mengkaji prospek kerja sama ini, yaitu perusahaan asal Kanada dan Republik Ceko.
Sejak berdiri pada 1983, Pindad telah memproduksi alutsista untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Seperti ekskavator, pengait rel kereta api, motor traksi, generator dan crane kapal laut.