İqbal Musyaffa
26 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II yang baru akan diumumkan pada Juli mendatang oleh Badan Pusat Statistik adalah sebesar 5,2 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan hal tersebut di Jakarta, Selasa, berdasarkan laju suplai dan permintaan yang menguat.
Dari sisi konsumsi, Menteri Sri mengatakan ada faktor musim libur Lebaran pada tahun ini tumbuh di atas 5 persen, lebih baik dari Kuartal I tahun ini yang tumbuh 4,95 persen.
“Dari sisi investasi, impor sudah tercatat melaju sebesar 8 persen dari periode sebelumnya 7,9 persen. Ekspor pun demikian, tumbuh dari 9 persen menjadi di atas 12 persen,” urai dia.
Faktor penentu lainnya, menurut dia, adalah belanja pemerintah sampai Mei yang sudah mencapai Rp779,51 triliun atau meningkat 7,85 persen dibanding Mei tahun lalu.
Hal tersebut yang mendasari optimisme pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari Kuartal I yang tercatat sebesar 5,06 persen.
Sementara itu, dari sisi suplai atau penerimaan pajak keseluruhan sektor, menurut Menteri Sri, juga tumbuh positif, terutama pada enam sektor unggulan yakni industri pengolahan yang tumbuh 30 persen, perdagangan tumbuh 21,2 persen, pertambangan 7,3 persen, konstruksi dan real estat naik 6,5 persen, transportasi dan gudang meningkat 3,8 persen, serta pertanian yang juga tumbuh 2 persen.