Iqbal Musyaffa
16 April 2020•Update: 17 April 2020
JAKARTA
Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I 2020 yang tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I/2020 sebesar 23,7 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan 70,6 persen pada triwulan sebelumnya dan 57,8 persen pada triwulan I 2019.
“Berdasarkan jenis penggunaan, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru bersumber dari seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit konsumsi,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Kamis.
Dia mengatakan kebijakan penyaluran kredit pada triwulan II 2020 diperkirakan lebih longgar.
Perkiraan tersebut terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 9,1 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 10,9 persen.
“Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit modal kerja dan kredit UMKM,” jelas Onny.
Sementara itu, dia menjelaskan untuk aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu suku bunga kredit, biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan plafon kredit.
Lebih lanjut, Onny mengatakan hasil survei tersebut mengindikasikan pertumbuhan kredit yang menurun untuk keseluruhan 2020.
Responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 5,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1 persen dan perkiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 9,4 persen.