Iqbal Musyaffa
05 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan sektor pertanian pada kuartal pertama 2020 hanya tumbuh stagnan 0,02 persen akibat dari adanya pergeseran panen raya yang seharusnya pada Maret menjadi April yang sudah masuk pada masa kuartal kedua.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan stagnan sektor pertanian tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2020 yang hanya sebesar 2,97 persen.
“Karena panen raya bergeser ke April di kuartal kedua, sehingga kita harapkan sektor pertanian bisa memperbaiki laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua nanti,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Suhariyanto menjelaskan apabila dirinci per sektor, maka pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian tumbuh -1,17 persen, lebih buruk dari pertumbuhan pada kuartal pertama tahun lalu yang sebesar 1,17 persen.
Dia merinci bahwa kontraksi terdalam terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar minus 10,31 persen. Kontraksi ini lebih dalam dari kondisi pada kuartal pertama 2019 yang sebesar minus 5,93 persen.
Kemudian pada tanaman hortikultura tumbuh 2,55 persen, melambat dari pertumbuhan pada kuartal pertama 2019 yang sebesar 6,18 persen.
“Tanaman hortikultura tumbuh disebabkan oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor terutama komoditas buah-buahan,” kata Suhariyanto.
Selanjutnya, tanaman perkebunan mampu tumbuh tipis menjadi 3,97 persen dari posisi pada kuartal pertama 2019 yang sebesar 3,36 persen.
“Tanaman perkebunan tumbuh disebabkan oleh meningkatnya produksi beberapa komoditas perkebunan,” ujar Suhariyanto.
Subsektror peternakan tumbuh melambat dari 7,96 persen pada kuartal pertama 2019 menjadi 2,86 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Subsektor jasa pertanian dan perburuan minus 1,39 persen, lebih buruk dari kondisi pada kuartal pertama 2020 yang masih mampu tumbuh 1,82 persen.
Suhariyanto menambahkan pertumbuhan pada sektor kehutanan dan penebangan kayu pada kuartal pertama ini mampu tumbuh 5,31 persen, lebih baik dari pertumbuhan pada kuartal pertama 2019 yang minus 2,84 persen.
“Kehutanan dan Penebangan Kayu tumbuh didorong oleh kenaikan produksi kayu tanaman,” lanjut dia.
Kemudian, pada sektor perikanan tumbuh melambat hanya 3,52 persen pada kuartal pertama tahun ini, bila dibandingkan dengan kuartal pertama 2019 yang sebesar 5,66 persen.
“Perikanan tumbuh yang dipicu oleh peningkatan produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya,” kata dia.