Muhammad Latief
JAKARTA
Uni Eropa ingin mengamankan pasokan energi dan raw material (ERM) dari Indonesia setelah perundingan Perjanjian Kerja sama Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) selesai pada akhir pekan lalu, kata Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin.
Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda Priadi, mengatakan pada dasarnya Indonesia menginginkan nilai tambah dari produk energi dan mineral.
“Uni Eropa ingin mengamankan akses terhadap energi dan mineral dari Indonesia, termasuk bagaimana perlakuan penerapan bea keluar mineral,” ujar Yudo melalui pernyataan tertulis.
Materi ini, kata Yudo, terus dibahas. Prinsipnya, Indonesia mengedepankan kedaulatan negara dalam pengelolaan sumber daya energi dan mineral.
Indonesia juga menjelaskan perubahan besar yang sudah terjadi pada kegiatan usaha bidang energi. Menurut Yudo, Uni Eropa masih menganggap proses berusaha di Indonesia kurang memiliki kepastian, termasuk pengusahaan energi di wilayah kehutanan.
Padahal hal itu sudah diubah secara drastis dengan penerapan prinsip fast decission making. Dalam dua tahun terakhir, sudah 186 item perizinan yang dihilangkan, sehingga proses berusaha di sektor hulu migas yang memakan waktu bebarap tahun kini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan.
Staf Ahli Menteri ESDM bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, mengatakan Uni Eropa juga meminta agar blok migas yang belum laku lelang diberikan langsung pada mereka. Namun, menurut Prahoro hal tersebut tidak bisa dilakukan.
Perusahaan dari Uni Eropa, sebut dua, tetap harus melalui lelang yang kompetitif. Mekanisme lelang ini sendiri ditujukan untuk mendorong perusahaan untuk kompetitif dalam berusaha.
Menurut Prahoro, pemerintah juga menawarkan investasi pembangkit listrik yang sangat terbuka dan kepastian penyaluran melalui transmisi yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dalam perjanjian dagang ini, Indonesia maupun Uni Eropa juga mendorong penerapan standar internasional keselamatan kerja dalam kegiatan usaha energi dan mineral. Selain itu juga akan diselenggarakan penelitian dan pengembangan energi dan raw material, khususnya efisiensi energi.
“Pembahasan ERM ini ditargetkan selesai pada September 2018,” ujar Prahoro.
Sementara itu, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, I-EU CEPA merupakan perjanjian dagang paling modern yang pernah ditandatangani Indonesia.
news_share_descriptionsubscription_contact
