Erric Permana
27 November 2017•Update: 28 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia meminta agar investasi yang dilakukan Pemerintah Tiongkok bisa mengutamakan pekerja lokal dari Indonesia.
Ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin.
Berdasarkan temuan Jusuf Kalla, Tiongkok seringkali membawa pekerjanya saat berinvestasi di Indonesia. Dia pun menyayangkan hal tersebut.
"Sekarang kan kalau ada investasi Tiongkok mereka bawa ribuan pekerja. Saya bilang jangan begitu," tambah dia.
Menurut Kalla, pihak Tiongkok setuju termasuk dengan melatih tenaga kerja, baik asal Indonesia, mau pun dari Tiongkok.
Kedatangan Wakil PM Tiongkok itu juga, kata Kalla menawarkan kepada Indonesia mengenai teknologi reaktor nuklir yang diklaim sangat aman.
"Saya katakan bahwa kita masih banyak gempa jadi tidak mudah nuklir di Indonesia itu," tambah Kalla.
Hubungan Investasi dan perdagangan
Berdasarkan catatan Menterj Luar Negeri Retno Marsudi investasi Indonesia - Tiongkok hingga Agustus 2017 mencapai 2,73 miliar USD. Sementara hubungan perdagangan antara Indonesia - Tiongkok hingga September 2017 mencapai 36 miliar USD.
Indonesia kata dia terus meminta adanya keseimbangan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Sebab kata dia, masih mengalami defisit perdagangan.
"Saya kira tidak cuma Indonesia ya. Jadi jangan salah Indonesia yang defisit. Hampir semua negara mengalami devisit perdagangan dengan Tiongkok," kata Retno Marsudi.