Megiza Soeharto Asmail
25 September 2018•Update: 26 September 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak pemimpin negara yang hadir dalam pertemuan Panel Tingkat Tinggi di New York untuk memperkuat usaha untuk mengatasi tantangan-tantangan dalam bidang kelautan.
JK – sapaan akrab Kalla – mengingatkan kekuatan dalam bidang kelautan itu dapat memberi kontribusi positif dalam merealisasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) nomor 14.
Wapres menilai, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar, Indonesia memiliki kemungkinan sebagai pusat konektivitas antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, yang menghubungkan Asia ke berbagai belahan dunia.
Dalam Titik Tumpuan Maritim Global, Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sempat menyatakan laut sebagai bagian penting dalam pertumbuhaan ekonomi yang berkelanjutan, keamanan energi, keamanan pangan dan aktivitas sosial.
Meski begitu, pemerintah Indonesia juga mengakui banyaknya tantangan yang dapat mengancam kerusakan ekosistem laut. Beberapa di antaranya seperti peningkatan permintaan makanan yang berasal dari meningkatnya jumlah populasi dunia, perusakan garis pantai yang disebabkan oleh pertumbuhan daerah urban yang tidak terkontrol, serta meningkatnya permintaan produk-produk kelautan.
“Jika laut terus dieksploitasi, kita akan kehilangan lebih dari 50 persen terumbu karang dunia dan 29 persen rumput laut di tahun-tahun berikutnya,” ujar JK, dalam keterangan resminya yang diterima Anadolu Agency, Selasa.
Di depan para petinggi negara yang hadir, JK memaparkan pentingnya membangun dan mempertahankan upaya komprehensif dan inklusif. Indonesia, kata JK, menginisiasi berbagai program yang tercakup dalam tiga area.
Pertama, mengeluarkan Kebijakan Samudera Indonesia, yang akan berkontribusi dalam implementasi Titik Tumpuan Maritim Global.
“Kedua, Indonesia menekankan nilai yang menyelaraskan dan menyinergikan komitmen politik di area regional dan global, dengan membangun platform bersama untuk berinteraksi dan pertukaran sebagai implementasi melalui aksi yang nyata,” imbuh JK.
Ketiga, lanjut JK, Indonesia juga dengan bangga akan menjadi tuan tumah untuk Konferensi Kelautan, yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 29-30 Oktober 2018. Selain itu, Indonesia akan menyelenggarakan Forum Negara-Negara Kepulauan, di Manado pada 1-2 November 2018 mendatang.
“Kami berharap panel ini dapat menghasilkan hasil yang substansial dan konkrit yang dapat diterapkan di seluruh dunia. Tujuan kami adalah untuk mengembangan rencana aksi global dalam membangun ekonomi laut yang berkelanjutan yang akan menguntungkan kita semua, dan generasi masa depan kita,” kata JK.