Nani Afrida
25 September 2018•Update: 26 September 2018
JAKARTA
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) berencana membangun Pangkalan Udara (Lanud) di Batam untuk mengikuti perkembangan situasi global dan regional di Kawasan.
Pembangunan Lanud di Batam juga merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan guna mendukung perekonomian di wilayah Batam dan sekitarnya.
Hal ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna bertemu dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di kantor BP Batam, Selasa.
Menurut Kasau, rencana pembangunan ini bukan hal yang baru, dan bahkan sudah ada aturan pendukungnya.
"Nanti konsepnya bukan menempatkan satuan permanen seperti skadron udara, namun hanya akan menempatkan alutsista sesuai dengan kontijensi dan keperluan, sehingga alutsistanya bersifat sementara," ujar Kasau Yuyu.
Selain itu dia menambahkan bahwa Batam tidak akan dijadikan sebagai pangkalan militer, karena selama ini militer sudah berada dan beroperasi di Batam sesuai dengan tugasnya. Hanya saja
operasionalnya menempati bandara sipil yang bisa saja mengganggu aktivitas penerbangan.
"Untuk itulah diskusi dengan BP Batam dilakukan, supaya kami dapat diberikan tempat di sini agar nantinya operasional penerbangan militer tidak mengganggu aktivitas penerbangan sipil di bandara Hang Nadim," kata Kasau.