Hayati Nupus
17 Desember 2017•Update: 18 Desember 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Indonesia mencatat, hingga Minggu, jumlah korban tewas akibat gempa bumi 6,9 skala richter yang mengguncang Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Jumat malam menjadi empat orang.
Selain itu, ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, gempa juga mengakibatkan 11 orang luka berat dan 25 orang luka ringan.
Rumah rusak akibat gempa tersebut, ujar Sutopo, bertambah menjadi 2.935 unit. Gempa juga merusakkan 46 unit sekolah, 38 tempat ibadah, sembilan kantor dan empat rumah sakit serta Pusat Kesehatan Masyarakat.
Jawa Barat menjadi wilayah terparah akibat gempa tersebut, terutama di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran.
“Daerah ini paling dekat dengan pusat gempa, sehingga gempa dirasa sangat kuat,” ujar Sutopo dalam siaran pers pada Minggu.
Pemerintah keempat wilayah tersebut telah menetapkan status keadaan tanggap darurat penanganan gempa bumi di wilayahnya selama sepekan, sepanjang 16-22 Desember.
Di Ciamis, 200 warga mengungsi di kantor Kecamatan Pamarican.
“Bantuan mendesak yang diperlukan masyarakat saat ini adalah hunian sementara, tenda, relawan untuk membersihkan material bangunan yang rusak, makanan, trauma healing, bahan material bangunan dan tukang,” kata Sutopo.