Hayati Nupus
04 Juli 2018•Update: 05 Juli 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan SMS Blast, layanan pesan pendek informasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan sistem layanan pendek ini bertujuan untuk menyampaikan informasi yang lebih efektif dan dapat diakses masyarakat.
“Sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat untuk early warning system soal karhutla. Layanan ini bertujuan untuk menambah gairah masyarakat menjaga lingkungan, khususnya kebakaran hutan,” ujar Menteri Siti, Rabu, di Jakarta.
Apalagi, kata Siti, musim kemarau tahun ini datang lebih awal. Khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera.
Penggunaan pesan pendek yang konvensional, menurut Siti, memudahkan sirkulasi informasi dapat berjalan lebih efisien. Informasi yang diperoleh atau dikirimkan akan sampai dalam tempo singkat.
Menteri Siti mengatakan layanan SMS Blast ini sekaligus ingin menyukseskan ajang olahraga Asian Games 2018 yang akan digelar di Palembang dan Jakarta pada Agustus mendatang.
Menteri Siti berharap, dengan adanya sistem ini, Indonesia kembali mampu mengulang keberhasilan tahun lalu yang menekan laju karhutla hingga 71 persen.
Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan layanan pesan pendek ini tidak berbayar dan akan terus berlanjut setelah perhelatan Asean Games 2018.
Ke depan, ungkap Rudiantara, pemerintah akan mengupayakan sistem dan layanan yang lebih modern dan interaktif
Untuk sementara, kerja sama yang berlaku untuk tiga tahun terhitung sejak 2017 ini melibatkan enam penyedia layanan komunikasi, yaitu PT Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hitchison 3 dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffless Panjaitan mengatakan berdasarkan catatan, sepanjang Januari-Juni 2018 luasan karhutla sudah mencapai 22.000 ribu hektar. Angka ini meningkat 30 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.
“Lebih panas dari tahun lalu, tapi kalau dibanding 2015 ya, ini masih jauh lebih baik,” kata Raffless.