Pizaro Gozali
25 Oktober 2017•Update: 26 Oktober 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan Palestina selalu menjadi fokus utama kebijakan luar negeri Indonesia.
"Palestina selalu ada di sini, di jantung hati foreign policy Indonesia," ujar Retno sambil menunjuk dadanya dalam diskusi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Jakarta, Rabu.
Menteri Retno mengatakan dalam setiap nafas diplomasi Indonesia, maka selalu ada isu Palestina.
"Kita selalu membawa isu Palestina ke dunia internasional," jelas dia.
Karena itu Indonesia bersama Turki mendorong digelarnya pertemuan darurat saat Masjid al Aqsa ditutup.
"Akhirnya rapat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) digelar di Istanbul," kenang Menteri Retno.
Indonesia juga mendorong persatuan antara Hamas dan Fatah demi kemajuan Palestina.
"Ini sudah lama kita dorong karena persatuan akan membuat perjuangan semakin kokoh," kata dia.