Erric Permana
14 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Wiranto mengaku menyinggung permasalahan kondisi keamanan dalam negeri menjelang Pilkada dan Pemilu saat bertemu dengan Delegasi Perdagangan Amerika Serikat dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia di kantornya pada Rabu.
Menteri Wiranto mengatakan, Pemerintah Indonesia menjamin stabilitas keamanan dalam negeri menjelang tahun politik itu tetap terjaga.
Dia juga memastikan adanya kontestasi politik tersebut tidak mempengaruhi keinginan negara lain berinvestasi.
"Hari ini saya ada dua kunjungan. Yang pertama dari Delegasi Dagang AS kemudian kunjungan Dubes Tiongkok. Pertama tadi kita membicarakan bagaimana peluang investasi dari Amerika ke Indonesia," ujar Menteri Wiranto di kantornya.
Pada kesempatan sama, Menteri Wiranto pun membantah adanya kekhawatiran dari negara lain menjelang Pilkada dan Pemilu.
Menurut dia, kecemasan adanya kekacauan dan konflik jelang Pemilu tersebut berasal dari masyarakat Indonesia sendiri.
"Sudah sering saya sampaikan bahwa suhu politik meningkat dengan adanya Pilkada dan Pemilu 2019. Tapi meningkatnya suhu politik tidak identik dengan kekacauan," tegas Wiranto.
Selain membahas mengenai investasi di Indonesia, Wiranto membahas mengenai kerja sama di bidang pertahanan dengan Duta Besar Tiongkok, salah satunya mengenai alat utama sistem persenjataan (alutsista).
"Latihan Komodo Angkatan Laut bersama. Kemudian kemungkinan adanya penggunaan alutsista produksi Tiongkok, dan sebagainya," tambah dia.
Berdasarkan jadwal Menkopolhukam Wiranto yang diterima Anadolu Agency, Mantan Panglima ABRI ini menerima kunjungan US-ASEAN Business Council pada pukul 08.30 WIB dan menerima kunjungan kehormatan Dubes RRT pukul 10.00 WIB.