Shenny Fierdha Chumaira
12 Februari 2018•Update: 13 Februari 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi akan memeriksa Perusahaan Otobus Premium Passion di Bogor, Jawa Barat, terkait dengan kecelakaan bus maut pada Sabtu di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang menewaskan 27 orang dan melukai 17 lainnya.
"Setelah semua saksi diperiksa dan barang bukti dianalisis, baru bisa disimpulkan apakah kecelakaan terjadi akibat kesalahan manusia," jelas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin.
Setyo mengatakan bahwa polisi masih belum bisa memastikan bila kecelakaan terjadi karena kondisi bus tidak layak, sebab semuanya masih dalam penyelidikan.
Tapi, berdasarkan keterangan dari sopir bus yang bernama Amirudin (32), rem bus tersebut bermasalah.
Sebelum kecelakaan terjadi, Amirudin sempat memberitahukan perihal rem bermasalah tersebut kepada pihak manajemen.
Namun, Amirudin justru disuruh mengakali rem oleh pihak manajemen, padahal dia sendiri tidak menguasai bidang otomotif atau mekanik.
Amirudin kini tengah dirawat di Klinik Kesehatan Kepolisian Resor (Polres) Subang dan diawasi ketat oleh petugas Polres Subang.
Faktor cuaca pun bisa berkontribusi dalam kecelakaan maut yang merenggut nyawa 26 penumpang dewasa dan satu penumpang anak usia sepuluh tahun itu, mengingat peristiwa ini terjadi ketika sedang hujan dan berkabut.
Selain itu, walau jalanannya sudah beraspal, tanjakan Emen memang memiliki kemiringan jalan yang terbilang ekstrem sehingga rawan kecelakaan.
Seluruh korban tewas sudah dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum Legoso, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu siang.