Rıskı Ramadhan
13 Juni 2018•Update: 13 Juni 2018
Merve Aydogan
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta Jerman untuk mengekstradisi anggota Organisasi Teror Fetullah (FETO) ke Turki, Rabu.
"Jika Jerman tidak mengembalikan Adil Oksuz kepada kami, maka mereka akan berada di posisi yang sama dengan AS yang tidak mengekstradisi pemimpin FETO [Fetullah Gulen]," kata Cavusoglu Dalam wawancara dengan saluran berita swasta Haberturk.
"Ada beberapa pergerakan di AS (terkait ekstradisi Gulen), tetapi Jerman atau negara-negara lain harus mengembalikan para pengkhianat yang merencanakan kudeta di Turki ini; mereka harus diadili."
Pernyataan Cavuosglu muncul tak lama saksi mengungkapkan kepada Anadolu Agency bahwa tersangka utama upaya kudeta di Turki Adil Oksuz tinggal di sebuah apartemen kecil di Berlin di bawah perlindungan anggota FETO pada awal tahun ini.
Oksuz, seorang dosen teologi yang didakwa mendalangi upaya kudeta di Turki pada 15 Juli 2016, telah bersembunyi selama hampir dua tahun.
Cavusoglu juga mengatakan mereka telah menghubungi pihak berwenang Jerman secara resmi terkait Oksuz.
"Kami tentu saja memiliki kesepakatan dengan Jerman. Orang ini adalah seorang pelaku kudeta dan Jerman sangat menyadari hal itu. Jadi, jika dia tertangkap, maka proses ekstradisi akan dimulai," kata dia.
FETO memiliki jaringan besar dengan puluhan sekolah swasta, bisnis, dan organisasi media di Jerman, yang menampung lebih dari tiga juta imigran Turki.
Sekitar 4.000 tersangka FETO dari Turki dan negara-negara lain datang ke Jerman sejak upaya kudeta gagal pada Juli 2016, menurut laporan media setempat.
Beberapa tersangka FETO, termasuk mantan tentara dan diplomat, telah mengajukan permohonan suaka di berbagai negara bagian Jerman.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan upaya kudeta yang dikalahkan pada tanggal 15 Juli 2016.
Kudeta itu menyebabkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.