07 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
GAZIANTEP, Turki
Menteri Kehakiman Turki pada Jumat mengatakan tidak ada lagi hambatan tersisa untuk mengekstradisi pemimpin Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dari A.S. setelah Turki memenuhi semua komitmennya.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan kudeta pada tanggal 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya.
FETO juga dituduh berada di balik usaha panjang menggulingkan negara melalui infiltrasi ke institusi militer, polisi, dan pengadilan.
Berbicara kepada wartawan di provinsi Gaziantep tenggara, Abdulhamit Gul mengatakan: "Baru-baru ini, semua komitmen sudah dipenuhi sesuai kesepakatan, artinya tidak ada hambatan secara formal untuk mengekstradisinya."
Gul mengatakan semua bukti sudah dikirim ke pihak berwenang A.S. dan sekarang sebuah negara di bawah peraturan hukum harus melakukan apa yang diperlukan.
"Kami ingin A.S. mengekstradisi pemimpin organisasi teroris yang telah membunuh 250 orang di Turki, yang terbukti dan telah didokumentasikan dalam keputusan pengadilan," menteri tersebut menambahkan.
Gul juga mengomentari keputusan pengadilan hari Rabu yang menjatuhkan hukuman panjang dan seumur hidup kepada 40 orang atas percobaan membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada kudeta Juli lalu.
Dia mengatakan organisasi teroris yang menganggap dirinya sebagai "bandit Turki" telah mendapatkan hukuman sepantasnya.
Pada malam percobaan kudeta tersebut, dua petugas polisi menjadi martir di hotel Erdogan di kota pelabuhan Mediterania, Marmaris.
Hotelnya dibom 15 menit setelah dia meninggalkan tempat itu.
"Siapa pun yang harus dibebaskan maka harus dibebaskan, tapi siapapun yang layak mendapat hukuman patut mendapat hukuman. Pengadilan Turki yang independen sudah memutuskan hal itu," kata Gul.