Nicky Aulia Widadio
17 April 2020•Update: 18 April 2020
JAKARTA
Gunung Semeru, Jawa Timur mengalami erupsi pada Jumat pukul 06.08 WIB.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat gunung tersebut mengeluarkan awan panas hingga 2 kilometer dari puncak.
“Terjadi awan panas guguran sejauh 2.000 meter, pusat guguran sekitar 1.000 meter dari kawah ke arah Besuk Bang," kata Kepala PVMBG Kasbani melalui keterangan tertulis, Jumat.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu saat ini berstatus waspada (level II).
PVMBG meminta masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif dan sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara yang merupakan alur luncuran guguran awan panas.
“Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan beraktivitas di dalam Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang agar mewaspadai ancaman bahaya aliran lahar,” tutur Kasbani.
Kasbani mengatakan hasil analisis PVMBG menunjukkan tidak terjadi penumpukan energi yang berpotensi menyebabkan erupsi dengan intensitas lebih besar.
Namun, masih ada potensi erupsi lanjutan dengan sebaran material berupa aliran lava, hujan abu lebat dan lontaran batu pijar di sekitar kawah dalam radius 1 kilometer dari pusat erupsi dan guguran awan panas sejauh 4 kilometer di lereng tenggara selatan.