Iqbal Musyaffa
15 Juni 2020•Update: 15 Juni 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan neraca perdagangan Indonesia pada Mei mencatatkan surplus sebesar USD2,09 miliar yang berasal dari total ekspor USD10,53 miliar sementara impor USD8,44 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus ini menjadi surplus ketiga yang terjadi pada tahun ini setelah sebelumnya pada Februari terjadi surplus USD2,51 miliar dan Maret sebesar USD0,72 miliar.
Sementara itu, Indonesia pada periode Januari-Mei sudah dua kali mencatat defisit neraca perdagangan yakni pada Januari USD0,64 miliar dan April USD 0,37 miliar.
“Surplus ini kurang menggembirakan karena ekspor dan impor mengalami penurunan pada Mei,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin.
Dia mengatakan ekspor pada Mei mengalami penurunan 13,4 persen secara bulanan dan juga turun 28,95 persen secara tahunan.
Begitu pun dengan impor yang mengalami penurunan 32,65 persen secara bulanan dan 42,2 persen secara tahunan.
“Kondisi ini perlu diwaspadai, walaupun surplus meningkat dari periode Mei tahun lalu,” tambah dia.
Suhariyanto mengatakan surplus pada Mei tahun lalu sebesar USD218,5 juta yang terdiri dari total ekspor USD14,82 miliar sementara impor USD14,6 miliar.