Shenny Fierdha Chumaira
02 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi mengatakan bahwa kapal pesiar mewah Equanimity yang disita oleh kepolisian pada Rabu di perairan Tanjung Benoa, Bali, sering mematikan Automatic Identification System atau AIS.
"AIS itu semacam pemantau GPS [Global Positioning System]," jelas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto secara singkat di Jakarta, Jumat.
Namun dia masih enggan mengungkapkan alasan kenapa kapal pesiar mewah senilai USD 250 juta atau setara dengan Rp 3,5 triliun itu sering mematikan AIS sebab kasus masih didalami Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI).
Kapal pesiar mewah itu merupakan hasil tindak pidana pencucian uang yang terjadi di Amerika Serikat.
Penyitaan kapal pada Rabu dilakukan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.
"Gelar perkara belum dilakukan sebab masih menunggu kelengkapan bukti," ucap Setyo.
Selain itu, Setyo juga menegaskan bahwa awak kapal sebanyak 29 orang bukan ditahan melainkan dalam pengawasan.
Pemilik kapal diketahui sebagai seorang jutawan berkebangsaan Malaysia Jho Low yang diduga membeli kapal dengan menggunakan uang milik lembaga investasi Malaysia yang bernama 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Low sampai sekarang masih buron.
Kapal Equanimity yang memiki panjang 100 meter itu diketahui masuk ke perairan Indonesia melalui Thailand pada November 2017.