Nicky Aulia Widadio
27 September 2019•Update: 27 September 2019
JAKARTA
Korban meninggal akibat gempa M 6,5 Maluku bertambah menjadi 23 orang hingga Kamis malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga melaporkan bahwa lebih dari 100 orang terluka.
Korban meninggal dan luka ditemukan di Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, serta Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Korban luka disebabkan reruntuhan bangunan pasca-gempa,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.
Selain itu, 15 ribu warga masih mengungsi pasca-gempa karena rumah mereka rusak sekaligus mengantisipasi gempa susulan.
Agus mengatakan ada kebutuhan makanan dan non-makanan yang mendesak diperlukan selama penanganan darurat.
Kebutuhan non-makanan yang dibutuhkan yakni terpal sebanyak 30.000 lembar, tenda keluarga 20 buah, popok balita, pembalut perempuan, selimut 20.000 lembar, matras 5.000 lembar, tikar 10.000 lembar, alat penerang 20.000 buah dan tandom air beserta MCK.
“Tenda sangat dibutuhkan mengingat wilayah Maluku mengalami hujan,” tutur Agus.
Sedangkan untuk kebutuhan makan, para penyintas membutuhkan makanan bayi sebanyak 120 paket, makanan dan minuman 20 ribu paket, obat-obatan, air mineral, dan makanan siap saji.
Selain itu juga diperlukan trauma healing untuk anak-anak dan remaja korban gempa bumi.
Gempa bumi berkekuatan M6,9 mengguncang wilayah Maluku pada Kamis pagi.
Guncangan gempa menyebabkan 171 unit rumah rusak dengan rincian 59 rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan.
Gempa juga mengakibatkan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor, dan fasilitas umum lainnya rusak.