İqbal Musyaffa
08 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR) akan mengirim tim untuk menginvestigasi penyebab ambruknya tembok underpass atau terowongan Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin lalu.
Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi mengatakan ambruknya terowongan tersebut merupakan bentuk kegagalan bangunan karena terjadi setelah selesai konstruksi dan telah digunakan.
Peristiwa tersebut memakan dua korban yang merupakan karyawan Garuda Maintenance Facility (GMF).
Salah satu korban telah menghembuskan nafas terakhir
“Kita akan kirimkan ahli khusus untuk menilai," ujar Arie di Jakarta, Kamis.
Karena masih menunggu hasil investigasi, Arie masih enggan mengungkapkan dugaan awal penyebab ambruknya tembok parimeter yang dibangun PT Waskita Karya tersebut.
Arie juga belum dapat menyimpulkan sanksi yang akan diberikan pemerintah kepada Waskita Karya.
Meski begitu, Arie menyebut pemerintah telah memberikan sanksi berupa teguran kepada BUMN konstruksi tersebut terkait insiden jatuhnya girder box di proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur pada Oktober tahun lalu.
Setidaknya terdapat lima insiden konstruksi yang melibatkan Waskita Karya sejak Agustus lalu, termasuk insiden di underpass bandara Soekarno Hatta.