Nicky Aulia Widadio
12 Maret 2019•Update: 12 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat pengamanan di Kabupaten Nduga, Papua menjelang Pemilihan Umum 2019.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan Polri menambah jumlah personil sebanyak tiga satuan setingkat kompi.
“Penambahan personil dilakukan menjelang masa tenang pemilu dalam rangka mendukung pengamanan di tempat pemilihan suara,” kata Dedi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, Papua merupakan salah satu daerah rawan dalam pemilu 2019, khususnya di wilayah Puncak Jaya dan Nduga.
Selain itu, Dedi mengatakan penambahan personil ini sekaligus mengantisipasi ancaman dari kelompok bersenjata di sekitar Nduga.
Pada Minggu sore lalu, kontak tembak antara kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya dengan TNI menewaskan tiga orang prajurit.
Kontak tembak juga terjadi pada Selasa, 26 Februari 2019 lalu antara kelompok Egianus Kogoya dengan Brimob Polri.
Tensi di sekitar kawasan Nduga meningkat sejak penembakan pekerja Trans Papua pada Desember 2018.
Sejak saat itu, Polri dan TNI mengejar kelompok Egianus Kogoya yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Yayasan Teratai Hati Papua, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Papua, mencatat sekitar 2.000 warga Nduga mengungsi ke Wamena dan 610 orang di antaranya merupakan pelajar.