Pizaro Gozali Idrus
28 Juli 2020•Update: 03 Agustus 2020
JAKARTA
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta meresmikan ruangan khusus yang menyediakan karya-karya ulama Turki Said Nursi untuk memperkaya khazanah pemikiran Islam.
Ruangan bernama Said Nursi Corner yang berada di perpustakaan kampus itu berdiri atas kerja sama antara pihak kampus dengan Yayasan Nur Semesta.
Said Nursi Corner bernuansa Turki-Indonesia karena perpaduan warna yang khas yakni merah dan putih.
Bahkan beberapa komponen seperti karpet dan kaligrafi didatangkan dari Turki.
Ketua Yayasan Nur Semesta Hasbi Sen menyampaikan Said Nursi Corner berisi karya-karya Said Nursi dalam empat bahasa yakni Turki, Indonesia, Arab dan Inggris.
Selain itu, Said Nursi Corner juga berisi karya ilmiah para akademisi yan menulis tentang pemikiran ulama Turki itu.
“Kami berharap kehadiran Said Nursi Corner dapat memperkaya khazanah intelektual Islam di Indonesia,” ujar Hasbi Sen kepada Anadolu Agency pada Selasa.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis menyampaikan kampusnya perlu mengambil ilmu dari tokoh besar Turki Said Nursi.
Menurut dia, Said Nursi adalah seorang ulama yang menulis berdasarkan ilham dan karya-karyanya telah memuaskan akal dan menenangkan hati.
“Saya berharap semuanya bisa membaca karya Said Nursi secara komorehensif," ungkap dia yang meresmikan Said Nursi Corner lewat prosesi gunting pita, pada Senin.
Sementara itu, Ketua Said Nursi Corner Muhbib Abdul Wahab menyampaikan pembukaan karya-karya Nursi di perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah ini seyogyanya menjadi momentum jalinan kerja sama antara Indonesia dan Turki.
Selain itu, dia juga berharap agar pemikiran Said Nursi dapat menginspirasi para mahasiswa dan akademisi di Indonesia.
Bediuzzaman Said Nursi (1878-1960) adalah seorang ulama Turki.
Nursi merupakan ulama terkemuka yang menulis Risalah Nur, sebuah karya tafsir Alquran setebal lebih dari enam ribu halaman. Dia diberi sebutan Bediüzzaman, yang berarti "keajaiban zaman".
UIN Jakarta sebelumnya pada April 2016, memutus kerja sama dengan lembaga pendidikan FETO, Fethullah Gulen Chair (FGC).