Pizaro Gozali Idrus
27 September 2020•Update: 28 September 2020
JAKARTA
Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap pesantren menjadi pusat perubahan dan inovasi menghadapi tantangan global.
Menurut Ma’ruf, jika dulu pesantren dikenal sebagai pusat perlawanan melawan penjajah, kini lembaga pendidikan Islam itu dituntut untuk berbenah melakukan terobosan.
“Sekarang selain menyiapkan orang paham agama, pesantren juga menjadi pusat pengembangan, perubahan, perbaikan, dan inovasi, termasuk pusat pemberdayaan masyarakat," terang Ma’ruf saat mengikuti secara daring wisuda S1 Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) Syeikh Nawawi Tanara di Serang, pada Sabtu..
Ma’ruf mengatakan Pesantren Syeikh Nawawi dengan misi menyiapkan orang paham agama untuk melanjutkan tugas ulama, serta pusat perbaikan, perubahan, dan inovasi.
"STIF menyediakan orang-orang yang berjiwa inovatif. Pesantren dijadikan pusat pengembangan inovasi, sekaligus menyiapkan tokoh-tokoh perubahannya," ucap Ma’ruf.
Karena itu, selain kegiatan akademik, STIF juga dilengkapi Bank Wakaf Mikro dan BMT.
Keduanya menjadi laboratorium perkuliahan sekaligus media melakukan pengembangan kepada masyarakat.
"Sehingga, pesantren menjadi tempat perubahan pengembangan ekonomi, baik di sektor keuangan, retail, dan pengembangan lainnya," terang dia.
"STIF menyediakan orang-orang yang berjiwa inovatif. Pesantren dijadikan pusat pengembangan inovasi, sekaligus menyiapkan tokoh-tokoh perubahannya," lanjut dia.