Pizaro Gozali İdrus
31 Oktober 2019•Update: 01 November 2019
JAKARTA
Aplikasi Waze mengategorikan Manila sebagai kota terburuk di dunia bagi para pengemudi akibat kemacetan lalu lintas yang parah, lansir Philstar pada Kamis.
Menurut temuan Waze, pengendara butuh waktu rata-rata hampir lima menit untuk menempuh jarak satu kilometer di Manila.
Manajer Waze Filipina Sarah Rodriguez menyatakan para pengendara mobil membutuhkan waktu 4,88 menit untuk jarak tempuh satu kilometer.
Ini lebih buruk daripada Bogota, Kolombia, di mana dibutuhkan empat menit untuk menempuh jarak satu kilometer, dan Jakarta, Indonesia di mana dibutuhkan 3,83 menit untuk menempuh jarak yang sama.
"Berdasarkan angka perbandingan kota versus kota, Manila masih merupakan kota terburuk untuk lalu lintas di dunia," kata manajer negara Waze Filipina Sarah Rodriguez.
Kemacetan lalu lintas di Metro Manila diperkirakan kian parah saat musim Natal semakin dekat.
“Selain hari natal, bulan Juni hingga Agustus adalah waktu terburuk untuk lalu lintas karena orang-orang bepergian untuk liburan musim panas,” kata Rodriguez.
Data menunjukkan warga Filipina menempuh jarak lebih jauh dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengemudi selama beberapa bulan terakhir tahun ini.
Pada pekan menjelang Natal, Waze mengatakan mayoritas pelancong menghabiskan waktu pergi ke supermarket, bank, bar dan restoran.
Sebaliknya, jumlah orang yang pergi ke pusat kebugaran menurun selama musim Natal.
Metropolitan Manila Development Authority (MMDA) menyetujui laporan Waze.
Celine Pialago, juru bicara MMDA, mengatakan lalu lintas di kota metropolitan terus memburuk karena jumlah mobil yang semakin banyak.
“Kami tidak bisa menolak laporan itu,” kata Pialago.
Dia mengatakan rata-rata 410.000 kendaraan bepergian setiap hari, jauh di atas kapasitas jalan yang hanya menampung 245.000 mobil.