Muhammad Abdullah Azzam
06 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Elif Kucuk
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berdiskusi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel terkait perkembangan di Suriah dan Libya melalui percakapan via telepon, ugkap otoritas Turki pada Senin.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, kedua pemimpin itu juga membahas hubungan bilateral dan perkembangan regional lainnya.
Pada November lalu, Turki dan Libya menandatangani pakta kerja sama militer dan perjanjian perbatasan laut di Mediterania Timur.
Selain itu, parlemen Turki pada Kamis lalu meratifikasi mosi yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengirim pasukan ke Libya.
Pada 9 Oktober lalu Turki juga meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk mengusir teroris YPG/PKK dari utara Suriah, mengamankan perbatasan Turki, membantu repatriasi yang aman bagi para pengungsi Suriah, serta menjamin integritas wilayah Suriah.
Di bawah dua kesepakatan terpisah dengan Amerika Serikat dan Rusia, Turki menghentikan operasi itu untuk memungkinkan penarikan teroris YPG/PKK dari zona aman Suriah.
Turki akan membangun area untuk menampung pengungsi Suriah di dalam zona aman di Suriah utara yang dibebaskan dari teroris.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK -yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa- bertanggung jawab atas kematian 40.000 jiwa, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK yang berbasis di Suriah.