Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 November 2019•Update: 06 November 2019
Enes Kaplan
ANKARA
Kabinet Presiden Turki pada Senin mengatakan tindakan Amerika Serikat yang tidak menyebutkan YPG/PYD dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) sebagai organisasi teroris dalam laporan terorisme yang baru-baru ini dirilis merupakan salah satu contoh yang paling jelas dari pendekatan standar ganda.
Kabinet mengkritik "Laporan Negara tentang Terorisme 2018" yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.
"Tidak menyebutkan YPG dan PYD serta FETO, kelompok di balik upaya kudeta yang dikalahkan pada 2016, adalah salah satu contoh yang paling jelas dari pendekatan standar ganda", kata pernyataan yang dirilis setelah pertemuan Kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
"Turki dengan tegas terus memerangi semua organisasi teroris terutama PYD dan FETO, serta PKK dan Daesh [ISIS]," tambah pernyataan itu.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, melancarkan kudeta yang berhasil dikalahkan pada 15 Juli 2016, menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya luka-luka.
Ankara menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
PKK terdaftar sebagai organisasi teroris di Turki, AS dan Uni Eropa.