Fatma Eda Topcu
18 Agustus 2021•Update: 19 Agustus 2021
Fatma Eda Topcu
ISTANBUL
Menteri Perdagangan Turki pada Selasa mengatakan negara itu telah membangun perjanjian perdagangan bebas (FTA) generasi baru yang komprehensif dan mencakup layanan, investasi, serta pengadaan publik untuk meningkatkan ekspor, memperkuat daya saing industri dan menarik modal asing.
“Negosiasi FTA yang komprehensif saat ini sedang berlangsung dengan Jepang, Thailand dan Indonesia di kawasan Asia-Pasifik,” kata Mehmet Mus dalam pidatonya pada sesi penutupan Majelis Umum Keuangan Biasa Dewan Ekonomi Luar Negeri (DEIK) ke-34.
Mus mengatakan sementara negosiasi dengan Georgia dan Moldova terus memperluas cakupan FTA, Turki melanjutkan negosiasi FTA dengan Ukraina dan melakukan upaya untuk mencapai hasil.
Di sisi lain, tambah dia , di Amerika Latin, peluang untuk membuat perjanjian dengan Peru, Ekuador, Kolombia dan Meksiko terus berlanjut.
Pemerintah juga telah meningkatkan upaya untuk lebih mengembangkan kerja sama dengan Amerika Serikat dan China dan untuk menciptakan bidang kerja sama baru.
Meningkatkan ekspor ke negara-negara yang jauh
Mus mengatakan pemerintah telah mempersiapkan strategi untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara yang jauh guna membawa geografi yang disebut jauh lebih dekat dan untuk mengevaluasi potensi komersial dan ekonomi dari geografi tersebut.
Dia mengatakan dua pertiga dari ekspor Turki dikirim ke negara-negara dengan jarak rata-rata hingga 2.000 kilometer dan Turki hanya bisa mendapatkan bagian 0,26 persen dari impor senilai USD8,2 triliun dari 17 negara yang jauh dari wilayahnya.
"Kami akan berkonsultasi dengan pengusaha kami ketika mencapai titik tertentu, bertujuan untuk melipatgandakan ekspor kami ke 17 negara dengan jarak rata-rata 8.650 kilometer," tambah Mus.