Astudestra Ajengrastrı
09 September 2018•Update: 10 September 2018
Astudestra Ajengrastri
SUMBAWA, Nusa Tenggara Barat
Festival Sail Moyo Tambora 2018 resmi dibuka pada Minggu di Pelabuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang mewakili Presiden Joko Widodo yang sedianya hadir membuka acara ini, saat membacakan pesan dari Presiden Jokowi mengatakan Sail Moyo Tambora dapat menjadi awal yang tepat untuk memulai pemulihan Lombok dan Sumbawa setelah gempa yang melumpuhkan Lombok beberapa waktu lalu.
“Saya apresiasi acara ini yang diisi dengan bakti sosial untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” tukas Menteri Luhut membacakan pesan Presiden Jokowi. “Mari kita jadikan Sail Moyo Tambora momentum kebangkitan wisata NTB.”
Presiden juga mengimbau kepada segenap kementerian untuk melakukan kegiatan luar kantor di NTB sebagai tanda dukungan terhadap daerah ini.
Menteri Luhut dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen menggenjot pariwisata Indonesia. Bahkan, kata dia, “Target kita tahun depan 20 juta turis masuk Indonesia.”
Di hadapan sejumlah peserta Yacht Rally Internasional yang berasal dari berbagai negara, Menteri Luhut juga menekankan Indonesia tak goyah meski nilai rupiah sedang mengalami tekanan oleh dolar AS.
“Negeri kita baik-baik saja. Perekonomian kita baik,” ujar dia.
Upacara pembukaan diwarnai dengan pertunjukan tarian massal dari Sumbawa dan Bima, parade 1.000 perahu tradisional dan Internasional Yacht Rally dari berbagai negara yang melewati perairan Indonesia sebelum menuju ke Thailand.
Rangkaian Sail Moyo Tambora 2018 sendiri telah berlangsung sejak 25 Agustus dan akan berakhir pada 23 September nanti. Dalam rentang waktu itu, berbagai kegiatan dilakukan yang bertujuan untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Di antara kegiatan-kegiatan tersebut adalah Tambora Volcano Tour, atraksi seni budaya tiga etnis NTB (Sasak, Samawa dan Mbojo), Barapan Kebo dan Main Jaran, Festival Tenun, dan lain-lain.
“Tadinya dipersiapkan jauh lebih besar, tapi sekarang kami fokus ke kesehatan dan bakti sosial, karena sedang prihatin,” ujar Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinasi Kemaritiman Safri Burhanuddin dalam konferensi pers di Pelabuhan Badas, Sabtu malam.

‘Menjual’ Pulau Moyo dan Gunung Tambora
Moyo mungkin belum terlalu akrab di telinga wisatawan lokal. Pulau yang terletak di pesisir utara Sumbawa ini justru lebih ternama di kalangan turis mancanegara. Keindahannya yang belum terjamah dilengkapi dengan resor-resor mewah memang lebih menarik buat turis-turis asing dengan kantong lebih tebal.
Mendiang Putri Diana dari Inggris konon pernah menikmati keindahan Moyo, selain sejumlah pesohor luar negeri lain seperti penyanyi Mick Jagger dan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Tambora, di lain pihak, adalah salah satu gunung berapi paling terkenal di dunia. Saat Tambora meletus dahsyat pada 1815, abunya menutupi sebagian besar wilayah dunia, bahkan membuat musim dingin di beberapa negara Eropa menjadi lebih panjang. Hingga saat ini, Gunung Tambora masih berstatus aktif.
Dua ikon Nusa Tenggara Barat itulah dipilih menjadi nama Festival Sail yang setiap tahunnya diselenggarakan di berbagai daerah potensial pariwisata di Indonesia tersebut. Dua tempat ini juga dianggap potensial mengimbangi Lombok yang sudah lebih dulu mendunia sebagai tempat pelesir.
Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi dalam kesempatan yang sama mengatakan potensi ekonomi NTB tak kalah melimpah dari keindahan alamnya. Jagung, komoditas utama beberapa kabupaten NTB, bahkan telah mampu memenuhi kebutuhan nasional, juga menjadi komoditas ekspor.
“Tahun depan kami menargetkan ekspor jagung 300 ribu ton ke Vietnam dan Filipina,” kata Tuan Guru Bajang, sapaan akrab Zainul.