Recep Canik
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Recep Canik
NAIROBI
Akibat curah hujan yang tinggi sedikitnya sembilan orang tewas dalam bencana banjir di berbagai wilayah di Kenya.
Sementara ratusan orang lainnya kehilangan tempat tinggal.
Menurut pernyataan pejabat palang merah Kenya, seorang tewas akibat banjir di provinsi Kisumu.
Selain itu tiga orang tewas dan 150 rumah mengalami kerusakan karena banjir di provinsi Takata Taveta.
Seorang anak tewas terkena petir dan tiga orang dari keluarga anak itu juga tewas akibat banjir di provinsi Tharaka Nithi.
Pejabat Palang Merah Kenya Gitonga Mugambi juga memperingatkan masyarakat akan bahaya yang disebabkan hujan deras di Kenya selama seminggu terakhir.
Mugambi mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan pencegahan terhadap bencana alam.
Sejak awal bulan Maret kemarin, curah hujan tinggi menyebabkan banjir di banyak kota dan lebih dari 200 orang kehilangan tempat tinggalnya.
Provinsi Kisimu, Turkana, Pokot Barat, Baringo dan Elgeyo Marakwet termasuk wilayah yang berisiko dan terkena dampak curah hujan ekstrim.
Departemen Meteorologi Kenya telah memberikan peringatan terkait cuaca ekstrim ini akan berlangsung panjang dari Maret hingga Mei.
Pada bencana banjir tahun 2010, sebanyak 77 orang tewas dan lebih dari 10.000 orang harus meninggalkan tempat tinggal akibat hujan yang ekstrem di Kenya.