Chandni
26 Maret 2018•Update: 26 Maret 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Minggu membantah laporan bahwa mereka akan meninggalkan pangkalan Incirlik di provinsi Adana, Turki dan pangkalan Al Udeid di Qatar.
"AS tidak akan meninggalkan Pangkalan Udara Incirlik di Turki dan juga tidak akan meninggalkan Al Udeid AB, Qatar. Laporan ini palsu dan tanpa landasan jelas," cuit CENTCOM di laman Twitter mereka.
Sementara itu, Komando Pusat Pasukan Udara AS (AFCENT) juga mengatakan laporan itu "tidak memiliki kredibilitas".
"Tidak ada kredibilitas sama sekali terkait laporan bahwa AS akan meninggalkan pangkalan Incirlik dan Al Udeid di Turki dan Qatar.
"Laporan-laporan seperti ini menimbulkan rasa curiga dan perpecahan antara rekan-rekan regional, pada saat di mana kami perlu bekerja sama untuk masalah-masalah keamanan," kata AFCENT.
Pentagon sebelumnya mengatakan ketegangan diplomatik antara AS dan Turki tidak berpengaruh terhadap operasi dan personel AS di Turki.
"Pangkalan Udara Turki di Incirlik masih memainkan peran besar dalam mendukung kerja NATO dan koalisi," kata juru bicara Kolonel Rob Manning Oktober lalu.
Turki dan AS masih berupaya memperbaiki hubungan, khususnya terkait aktivitas teroris YPG/PKK di Suriah, yang menurut AS adalah "rekan terpercaya" dalam usaha mereka memerangi Daesh.
Bagi Ankara, YPG/PKK adalah cabang Suriah dari kelompok teror PKK yang selama 30 tahun belakangan ini beradu dengan Turki.