Pizaro Gozali Idrus
14 September 2020•Update: 15 September 2020
JAKARTA
Anucha Burapachaisri, juru bicara pemerintah yang baru, berjanji menjadi jembatan untuk memfasilitasi dialog antara kelompok oposisi dengan pemerintahan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha.
Seusai menduduki jabatan itu sejak Agustus, Anucha berharap dirinya dapat membantu menemukan solusi damai atas krisis politik saat ini.
"Saya bukan orang media dan saya ingin bekerja di posisi yang lebih dari sekadar berbicara dengan pers. Saya lebih suka menyingsingkan lengan baju untuk menyelesaikan sesuatu,'' ucap Anucha, kutip Bangkok Post pada Senin.
Anucha, 53, sebelumnya menjabat sekretaris Menteri Pendidikan Nataphol Teepsuwan, posisi eksekutif pertamanya setelah menjabat sebagai anggota parlemen Partai Demokrat selama lebih dari satu dekade.
Anucha memutuskan menerima posisi juru bicara setelah mendapatkan garansi dari pemerintah untuk mengajak semua kelompok yang bersengketa berdialog.
"Saya pikir dengan mengambil posisi juru bicara pemerintah, saya bisa berperan membantu mencegah konfrontasi,” terang dia.
Setelah dilantik, Anucha diberitahu perdana menteri bahwa perannya mengkomunikasikan kebijakan pemerintah kepada publik, termasuk terhadap kalangan kontra.
“Saya pikir saya dipilih karena karakter dan reputasi saya. Ketika saya menjadi anggota parlemen, saya tidak menghakimi atau mengutuk siapapun selama debat parlemen,” ujar dia.
Anucha menegaskan pemerintah kini siap mendengarkan pendapat semua kalangan di tengah gerakan anti pemerintah yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa.
''Ini tentang mendengarkan dan memberi mereka ruang untuk mengekspresikan pendapat mereka,” jelas dia.
Karir politik
Anucha memasuki dunia politik 13 tahun lalu ketika mencalonkan diri dalam pemilihan DPR pada 2007 di bawah bendera Partai Demokrat.
Dalam pemilu 2019, dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR, tetapi tidak lolos.
Dia kemudian mengundurkan diri dari Partai Demokrat untuk bergabung dengan Partai Palang Pracharath (PPRP).
Anucha memperoleh gelar sarjana teknik dari Universitas Adelaide, Australia dan gelar magister administrasi bisnis dari Sasin Graduate Institute of Business Administration.
Selain itu, dia juga meraih master bidang sains dari Universitas Leeds, Inggris.