Burak Karacaoglu dan Eshref Musa
13 April 2018•Update: 13 April 2018
Burak Karacaoglu dan Eshref Musa
AFRIN
Perwakilan masyarakat Kurdi, Arab, dan Turkmen di Afrin telah membentuk majelis daerah sementara untuk memberikan layanan di daerah tersebut.
Menurut koresponden Anadolu di lapangan, tokoh-tokoh di kota telah memilih dan membentuk majelis daerah sementara di pusat kota Afrin.
Sejumlah 11 dari dewan yang terdiri dari 20 orang itu dipilih oleh masyarakat Kurdi, delapan dari masyarakat Arab dan satu lainnya dari masyarakat Turkmen.
Salah satu perwakilan masyrakat Kurdi, Zuheyr Haydar terpilih sebagai ketua majelis.
Sementara itu, Zakarya Mohammad, Jasim al-Sifari, Ahmet Haj Hasan, Abdurrahman Najjar, Horu Osman and Muhammad Sheikh Rashit terpilih menjadi dewan eksekutif.
Hanya warga Afrin yang tinggal di Afrin yang dapat mengikuti pemilihan anggota dewan itu. Ketua majelis Zuheyr Haydar berterima kasih kepada Turki atas dukungan yang telah diberikan
“Kami berterima kasih kepada Turki karena telah memberi kami kesempatan ini. Kami akan melayani rakyat Afrin, seperti [wilayah] Perisai Eufrat, wilayah Ranting Zaitun juga akan menjadi contoh,” kata Haydar kepada Anadolu Agency.
Haydar dalam kesempatan itu juga meminta semua orang Afrin untuk kembali ke rumah mereka.
“Kami bisa membuat pemilu yang lebih demokratis jika semua orang Afrin kembali. Kami akan menjalankan pemerintahan kami sendiri, bukan mereka yang datang dari Qandil atau tempat lain,” ujar dia.
Haydar menjelaskan, majelis daerah dibentuk di bawah payung Koalisi Nasional Pasukan Revolusioner dan Oposisi Suriah (SMDK), dan akan berhubungan dengan majelis daerah di Aleppo.
Dia mengatakan majelis daerah ini mendukung integritas wilayah Suriah.
Wakil Ketua SMDK Abdulrahman Mustafa, yang berada di Afrin selama pemilihan tersebut mengatakan bahwa Turki berupaya untuk mencegah perpecahan di Suriah.
“Prioritas kami dengan Turki sama. Majelis daerah akan memulai layanannya dalam bidang kesehatan dan pendidikan dalam waktu dekat. Kami akan berusaha agar orang-orang yang melarikan diri dari teroris dapat kembali ke Afrin,” kata dia.
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan pusat kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama bagi YPG/PKK sejak 2012.