Muhammad Abdullah Azzam
06 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
Servet Günerigök
WASHINGTON
Ketua Gabungan Hubungan Persahabatan Amerika Serikat (AS) - Turki di DPR AS mengirim surat ucapan terima kasih kepada duta besar Turki atas bantuan medis yang disalurkan Ankara.
Mereka adalah anggota kongres dari Partai Republik Joe Wilson dan Steve Chabot serta anggota kongres dari Partai Demokrat Gerald Connolly dan Steve Cohen.
Mereka mengucapkan terima kasih kepada Turki karena telah membantu AS memerangi pandemi virus korona.
Bantuan Turki mendarat di Maryland minggu lalu, berupa dua pesawat kargo militer yang membawa ratusan ribu masker bedah, ribuan hazmat, pelindung wajah, masker N95 dan kacamata serta ratusan galon desinfektan.
Anggota Kongres Wilson mengatakan dirinya "berterima kasih kepada sekutu NATO kita, Turki" dan Duta Besar Turki untuk Washington Serdar Kilic atas bantuan tersebut.
"Melalui kolaborasi lanjutan ini, kami akan melindungi warga Turki dan Amerika dari kehancuran pandemi ini," kata dia.
Anggota Kongres Chabot mengatakan peralatan medis dari Turki akan membantu menjaga tenaga medis yang berjuang di garis depan melawan pandemi.
Anggota Kongres Connolly dan Cohen juga berterima kasih kepada Turki atas sumbangan alat medis yang sangat dibutuhkan.
Mereka juga menyerukan kerja sama global melawan virus tersebut.
"Sekutu NATO kami berdiri bahu membahu dengan kami di medan perang, dan saya senang mereka melakukannya dalam pertempuran ini juga," kata Cohen.
Dubes Turki Kilic mengucapkan terima kasih kepada mereka atas surat tersebut dan menekankan kerja sama antar-sesama sekutu melawan wabah global.
"Seperti yang telah Anda garisbawahi, kita adalah sekutu kunci dan kita harus saling mendukung untuk menaklukkan semua tantangan yang kita hadapi. Melawan Covid-19 bukan lah pengecualian. #StrongerTogether (Bersama-sama lebih kuat)," cuit Kilic.
Turki telah membantu setidaknya 57 negara, termasuk Italia, Spanyol, dan Inggris, dan menjadi penyedia bantuan kemanusiaan terbesar ketiga di dunia selama pandemi.
Virus korona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China dan telah menyebar ke 187 negara dan wilayah.
Pandemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 70.000 orang di AS, dengan jumlah total infeksi melebihi 1,2 juta orang.