Handan Kazancı
04 April 2022•Update: 06 April 2022
ISTANBUL
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Minggu menyerukan penyelidikan independen atas pembunuhan lebih dari 400 warga sipil di sebuah kota Ukraina menyusul penarikan pasukan Rusia di sana.
"Saya sangat terkejut dengan gambar warga sipil yang tewas di Bucha, Ukraina," kata Guterres di Twitter.
“Sangat penting bahwa penyelidikan independen mengarah pada akuntabilitas yang efektif.”
Sebelumnya pada hari itu, mayat sedikitnya 410 warga sipil ditemukan di kota Bucha dekat ibukota Ukraina, Kyiv, kata jaksa agung Ukraina.
Pada Minggu, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa pasukannya membunuh warga sipil saat menarik diri dari kota-kota dekat Kyiv.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta organisasi internasional untuk mengirim ahli ke negara itu sesegera mungkin untuk mengumpulkan bukti kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Rusia.
Pada Sabtu, Mikhail Podolyak, seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengatakan mayat orang-orang dengan tangan terikat dan ditembak mati oleh pasukan Rusia "berbaring di jalan-jalan" di Bucha.
Perang Rusia melawan Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional, dengan Uni Eropa, AS dan Inggris di antara yang lainnya menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Setidaknya 1.417 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 2.038 terluka, menurut perkiraan PBB, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4,1 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara lain, dengan jutaan lainnya mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.